TENTANG BAYU RAKHMATULLAH

“I like what I do, I do what I like.”

Begitulah salah satu prinsip hidup yang kupegang saat ini. Aku melakukan apapun yang kusuka, dan tidak melalukan apa yang tidak kusuka. Terkadang memang aku juga melakukan yang tidak kusuka, namun hal tersebut merupakan proses pendewasaan diri. Satu hal yang pasti, aku melakukan semua itu tanpa adanya paksaan dari pihak manapun. Aku tidak peduli dengan protes-protes yang menghujamku.

 

Dulu aku tidak sebebas ini. Dulu aku tidak seekspresif ini. Dulu aku tidak seberani ini. Salah satu temanku, Dian Perkasa berhasil mengubahku dengan sepotong kalimatnya. Dia menjadi salah satu orang yang berhasil mengubahku menjadi seperti ini.

“Lakukanlah apa yang menurutmu benar terlebih dahulu.” Begitulah yang dia katakan padaku saat proses ospek jurusan. Kata-kata itu benar-benar mengubah hidupku. Aku bukan lagi menjadi Bayu Rakhmatullah yang dulu. Bayu Rakhmatullah yang terlalu banyak berpikir ketika akan melakukan sesuatu, yang pada akhirnya dia tidak melakukan apapun. Bayu Rakhmatullah yang terlalu baik hati untuk memedulikan satu per satu pandangan orang lain tentangnya. Tapi itu dulu.

“Lakukanlah apa yang menurutmu benar terlebih dahulu. I like what I do, I do what I like.” Mungkin dua kalimat itu terkesan egois, melakukan apapun yang diinginkan tanpa harus mempertimbangkan pihak lain. Tapi bagiku hal itu bukanlah egois. Tentu saja dengan adanya syarat.

Begitu banyak orang yang tidak melakukan apapun karena terlalu banyak berpikir akan pandangan orang lain terhadap tindakan tersebut. Hidup mereka dibatasi oleh pandangan orang lain dan batasan-batasan yang diciptakan mereka sendiri. Tentu saja aku tak ingin hidup seperti mereka. Aku ingin hidup sebebas-bebasnya seperti yang aku inginkan. Ini hidupku, bukan hidup mereka.

“Lakukanlah apa yang menurutmu benar terlebih dahulu.” Tak masalah jika itu salah menurut mereka. Bahkan tak masalah jika itu salah menurut Tuhan. Tapi, kau harus senantiasa membuka hati untuk intropeksi diri. Jika kau memang salah pada awalnya, kau harus memperbaiki diri kemudian. Jika kau melakukan apa yang kau suka sambil terus intropeksi diri, maka penilaianmu akan kebenaran semakin tajam dan tepat. Kau bebas melakukan apapun yang kau inginkan dan menurutmu benar karena penilaianmu semakin tepat karena terus intropeksi diri.

“Lakukanlah apa yang menurutmu benar terlebih dahulu.” Jangan takut salah. Jangan takut akan komentar dan pandangan buruk orang lain tentangmu. Teruslah berjalan sesuai rencanamu. Nikmatilah hidup sesuai keinginanmu. Lakukanlah apa yang benar-benar kau inginkan. Hidup ini hanya sekali, sayang sekali jika hanya dihabiskan untuk memikirkan pandangan orang lain tentangmu. Ingat, ini hidupmu, bukan hidup mereka!

Writer : Bayu Rakhmatullah

0