Tahun Baru

By | January 7, 2024

Suara kembang api mulai terdengar bersaut-sautan. Cahaya warna-warni menghiasi langit yang hitam pekat. Tidak ada hujan. Langit seperti merestui manusia untuk merayakan pergantian tahun dengan suka cita. Aku menikmati pesta kembang api itu dari kamarku di lantai dua, ditemani dengan coca-cola dan camilan.

Sejak pandemi Covid-19, aku selalu merayakan pergantian tahun di rumah. Sendirian. Hidup solitude sebagai adaptasi pandemi masih kubawa hingga saat ini. Seiring bertambahnya usia, aku semakin menyukai ketenangan, ketentraman dan kesendirian. Sebaliknya, aku menghindari keramaian. Aku semakin menjadi orang yang introver.

Padahal sebelum pandemi, aku menyebut diriku sendiri sebagai orang yang ambiver (gabungan antara ekstrover dan introver). Sebelum Covid-19 melanda, aku kerap kali merayakan tahun baru bersama keluarga atau teman-teman. Sesekali juga pernah merayakan bersama lautan manusia, tapi tak pernah kuulangi lagi sampai sekarang. Bagaimanapun aku tidak menyukai keramaian hingga harus berdesak-desakan.

Kegiatan setahun

Aku memiliki tradisi tersendiri dalam merayakan tahun baru, yang kusebut “kegiatan setahun”. Momen pergantian tahun kuisi dengan kegiatan tertentu, misal nonton film. Aku nonton film mulai pukul 23.00 (31 Desember) sampai 01.00 (1 Januari). Jadi, bisa dikatakan bahwa aku telah nonton film selama setahun.

Aku mengupayakan kegiatan yang berbeda tiap tahunnya. Aku pernah tidur setahun, ngopi setahun, makan setahun, membaca buku setahun dkk. Dan di momen pergantian tahun 2023-2024 ini aku menulis dan merenung selama setahun.

Aku curhat di Day One mengenai tahun 2023. Tak lupa aku juga menulis resolusi untuk tahun 2024, sambil memandangi gemerlap kembang api di langit.

tahun baru

Yup, aku termasuk golongan yang menulis resolusi tiap tahunnya. Survei memang menyatakan bahwa 80 persen orang yang membuat resolusi itu gagal menjalankan resolusinya hingga Februari. Hanya 8 persen yang berhasil menjalannya hingga akhir tahun. Aku tetap menulis resolusi tiap tahunnya, berharap dan bertekad menjadi salah satu dari 8 persen tersebut.

Baca juga :   KENANGAN TAK TERLUPAKAN DI BANDARA

Memulai yang baru

Tahun baru merupakan momen yang pas untuk memulai hal yang baru. Ini merupakan kesempatan untuk mengisi lembaran kosong dengan harapan dan berbagai peluang baru. Tahun baru mirip dengan momen lebaran, namun lebih universal. Kita seperti diberi kesempatan untuk mencoba lagi, meski sebelumnya mengalami berbagai kegagalan.

Meski sebenarnya kita bisa memulai lembaran baru kapan saja, tidak melulu di tahun baru atau hari-hari besar lainnya. Namun, memanfaatkan momen seremonial sebaik mungkin juga tak ada salahnya, kan?

“Goals without plans are just wishes.”

Resolusiku tidak muluk-muluk. Aku juga menyertakan rencana di bawahnya. Semoga tahun 2024 lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Semoga berbagai harapan, resolusi, target, dan impianku terwujud di tahun ini. Semoga kalian juga begitu …

Writer : Bayu Rakhmatullah

Mari Berdiskusi