Seratus

By | January 14, 2024

Seratus? Apanya yang seratus? Ini adalah tulisanku yang ke-100 di blog ini (bayurakhmatullah.com). Yeah! Butuh tujuh tahun bagiku untuk mencapai tulisan yang ke-100 ini. Lambat sih emang, tapi tak apa. Aku senang dan bangga pada diriku sendiri atas pencapaian ini.

Blog ini lahir pada tahun 2017. Saat itu, seorang teman dari komunitas menawarkan jasa untuk membuatkan website. Aku tertarik dan memesan jasanya. Segala tetek bengek, mulai dari perkara hosting, domain, plugin, tema dkk diurus oleh temanku. Aku tinggal terima jadi saja.

Tiga tahun kemudian, ketika harus memperpanjang hosting, aku mengurusnya sendiri. Aku pindah layanan, migrasi dari Qword ke Niagahoster. Aku mengikuti petunjuk yang ada di internet. Kala itu, aku masih tergolong newbie. Aku hanyalah blogger yang bisanya cuma menulis, bukan membuat website dari awal. Meski semua petunjuk ada di internet, tetap saja membuatku pusing. Padahal ini adalah WordPress, jenis website yang terkenal simpel. Tak jarang sampai membuatku frustasi jika ada eror di sana-sini.

blog

Kini, aku mengelola beberapa website sekaligus. Terima kasih pada Mas Burhan yang telah membuka jalanku menjadi blogger.

Website favorit

Dari beberapa website yang kumiliki, blog ini (bayurakhmatullah.com) adalah yang paling favorit. Blog ini tidak kukomersialkan seperti website lainnya, jadi aku lebih bebas dalam menulis. Aku bebas menulis tentang topik apapun, sesuka hati. Tidak ada batasan.

Aku suka menulis tentang slice of life, perenunganku akan kehidupan, dan kubagikan di sini. Blog ini menjadi wadah buatku untuk merenung, refleksi, kontemplasi dan berbagi. Aku jadi memiliki wadah untuk menulis lebih panjang dari sekadar caption di media sosial. Dan dalam banyak hal, personal media (baca : blog) lebih “sehat” dibandingkan social media. Komunitasnya juga cenderung supportive.

Sesekali ada yang memuji tulisanku, atau sekadar mengatakan bahwa tulisanku relate dengan hidupnya, atau tulisanku memberikan dia inspirasi atau sudut pandang baru, entah itu lewat komentar atau pesan. Meski bukan itu tujuan utamaku menulis, tapi tetap saja pujian yang tulus seperti itu membuat hatiku berbunga-bunga. Terima kasih pembaca setiaku.

Baca juga :   Dimanfaatkan

Saking cintanya pada blog ini, aku ingin mempertahankan blog ini selama mungkin. Sempat muncul pikiran meninggalkan warisan sekaligus wasiat kepada orang yang kutinggalkan nantinya, untuk terus memperpanjang hosting dan domainnya. Aneh-aneh emang!

Ngomong-ngomong tentang pencapaianku kali ini, tidak lepas dari andil komunitas 1 Minggu 1 Cerita. Inilah komunitas yang “memaksaku” untuk rutin menulis di blog ini. Jika tak rutin, maka aku akan ditendang dari grup. Dan sudah lama sekali sejak terakhir kali aku ditendang dari grup ini. Aku sudah tiga tahun lebih tidak ditendang sama sekali. Hohoho.

Kecintaanku pada menulis

Aku sangat suka menulis, dan belakangan aku menyadari bahwa aku tak bisa hidup tanpanya. Aku juga memiliki impian menjadi penulis. Saat ini aku tengah dan terus berupaya untuk mewujudkannya menjadi nyata. Entah itu bakal terwujud atau tidak sebelum aku menghembuskan napas terakhir …

Bukan! Bukan sebab aku ingin kekal karena tulisanku. Aku tidak tertarik pada keabadian atau semacamnya. Aku hanya ingin menceritakan sesuatu (telling stories). Dan blog ini turut membantuku, sekaligus melatih “otot-otot” menulisku agar tidak kendor.

“We write to taste life twice, in the moment and in retrospection.” – Anais Nin

Ini adalah salah satu quotes tentang menulis yang paling favorit. Aku menemukannya ketika menonton wawancara Phoebe Waller Bridge (penulis Fleabag). Dia ditanya quotes paling favorit, dan ia menyebut ungkapan dari Anais Nin itu. Dan sekonyong quotes ini juga menjadi quotes favoritku.

Ah, yang ke-100. Sebuah pencapaian yang cukup bermakna di awal tahun ini. Aku jadi sentimentil …

Writer : Bayu Rakhmatullah

Mari Berdiskusi