Satu Frekuensi

By | May 31, 2023

“I guess when you’re young, you just believe there’ll be many people with whom you’ll connect with. Later in life, you realize it only happens a few times.” – Before Sunset

Sudah menjadi rahasia umum bahwa semakin bertambahnya usia, lingkar pertemanan semakin sempit. Aku juga menyadari bahwa orang-orang yang satu frekuensi denganku ternyata tidak banyak-banyak amat. Bahkan bisa dibilang sedikit.

Dulu, aku pernah bilang pada dua orang temanku bahwa satu frekuensi itu tidak penting-penting amat dalam sebuah pertemanan. Aku meyakinkan pada mereka berdua, sekalipun kita tidak satu frekuensi, aku tetap bisa akrab dengan mereka. Ternyata aku keliru. Hubungan kita memudar, padahal tidak ada konflik yang berarti. Satu frekuensi itu cukup penting dalam pertemanan.

Satu frekuensi

Aku memiliki seorang sahabat. Dia adalah orang yang paling satu frekuensi denganku. Aku memiliki ikatan dan koneksi paling kuat dengannya. Dengannya pula, aku bisa dan nyaman bercerita tentang apapun, sekalipun perihal yang paling dark sekalipun.

Satu frekuensi itu juga berarti “nyambung” sekali. Bukan hanya merasa nyaman untuk bercerita apapun, tapi juga tidak perlu menjelaskan yang sudah “jelas”. Tidak “Hah? Hoh? Hah? Hoh”. Ketika dia bilang bahwa dia memahami perasaanku, itu berarti bahwa dia benar-benar tahu yang aku rasakan, bukan berpura-pura simpati. Dia bisa relate dengan hal itu.

Bertemu lewat perjalanan

Dari sedikit orang-orang yang satu frekuensi denganku, sebagian besar adalah orang-orang yang kutemui dalam perjalanan. Seringkali kita bertemu secara tidak sengaja, tanpa direncanakan. Anehnya adalah meskipun kita baru berjumpa untuk pertama kalinya, kita langsung merasa akrab. Seperti berjumpa dengan kawan lama. Kalian pernah merasakan hal itu juga, kan?

Baca juga :   Rumah

Aku pernah mengalami perjumpaan yang mirip dengan film Before Sunrise. Kala itu, aku bertemu dengannya ketika aku solo traveling di Yogyakarta. Sedari awal aku ingin melakukan perjalanan sendiri, namun sekonyong-konyong semesta memberikanku teman perjalanan. Kita melakukan perjalanan bersama selama beberapa hari. Singkat memang, tapi berkesan.

Seperti halnya film Before Sunrise, momen dengan orang-orang yang satu frekuensi denganku begitu berkesan dan tak terlupakan. Sekalipun itu sudah beberapa tahun yang lalu.

satu frekuensi

Sumber : Unsplash


Tapi, pernyataanku “bahwa satu frekuensi itu tidak penting-penting amat dalam sebuah pertemanan” tidak sepenuhnya salah juga. Penting, tapi bukan segalanya. Terkadang, seiring berjalannya waktu koneksi itu juga akan memudar jika tidak “dipelihara”. Bisa tidak nyambung lagi. Tetap membutuhkan upaya untuk merawat koneksi tsb.

Dalam hidup ini, penting sekali memiliki orang yang satu frekuensi denganmu, setidaknya satu saja. Jika belum memilikinya, carilah! Lakukan perjalanan, kali aja kamu bisa bertemu dengannya. Jika sudah memilikinya, jaga hubungan itu.

Writer : Bayu Rakhmatullah

Mari Berdiskusi