PUTRI TIDUR DARI PONOROGO

Untuk bisa bertahan di Bandung, khususnya di ITB yang cukup keras aku membutuhkan seseorang untuk bergantung. Ada beberapa kakak tingkat yang kujadikan korban untuk kuganggu ketenangannya dengan keluh kesah akan hidupku. Salah satunya adalah mbak Ulul Rahmawati. Awal pertemuanku dengannya adalah 4 tahun silam, saat aku pergi ke Bandung untuk menuntut ilmu di ITB. Aku bertemu dengannya di Pesantren Al Falah Dago. Dia begitu antusias menyambutku karena sesama anak ITB (sedikit sekali anak ITB yang mondok disitu). Tidak hanya dalam penyambutan, sebagai kakak tingkat yang baik dia juga memberi tahu banyak hal akan dunia perkuliahan dan pesantren.

Aku selalu kagum padanya. Aku selalu kagum sekaligus penasaran dengan orang baik seperti dia. As always. Bisa-bisanya dia menuliskan harapan untukku dalam barang berharganya. Bisa-bisanya dia mau mendoakan untuk kebaikan hidupku. Siapa juga diriku ini? Dia juga hobby sekali memujiku. Dikit-dikit memuji, padahal diriku ini penuh dosa dan kekurangan. Itulah mbak Lulah. Putri tidur dari Ponorogo yang memiliki hati selembut sutra.

 

 

Kini, sudah saatnya dia kembali ke Ponorogo, untuk mengabdi ke kampung halaman sekaligus menghadapi kehidupan yang lebih nyata dan keras. Aku akan rindu momen-momen dimana kita saling berbagi cerita tentang kehidupan, memaki dunia (aku aja sih ini), dan tertawa bersama. Saat aku butuh hiburan, aku langsung menghubunginya atau langsung menghampirinya di CAS (gedung untuk anak Astronomi). Begitu sebaliknya. Aku juga akan rindu dengan segala ke caleuy annya, seperti ketiduran dan hal-hal konyol lainnya. Aku kehilangan seseorang yang rajin mentraktirku.

Mbak Lulaaaaaah, baik-baik disana yaaa. Semangat. Jangan terlalu mengkhawatirkan masa depan. Hiduplah untuk hari ini. Berbahagialah untuk hari ini, niscaya masa depan juga akan mengikuti. Percayalah akan hal itu. Aku pun juga masih belajar untuk meyakini hal tersebut, meskipun kelihatannya aku master sekali dalam hal kebahagiaan. Wkwkwk. Noona, terima kasih banyak atas semua kebaikanmu padaku. Terima kasih banyak telah mewarnai hidupku, sehingga semakin berwarna dan indah. Terima kasih. Semoga kita cepat bertemu kembali. Noona, fighting!!!

0