Penyendiri yang Merasa Kesepian

By | August 31, 2022

Suara takbir terdengar sayup-sayup. Orang-orang lalu-lalang menggeret koper besar. Mereka pulang kampung, menghabiskan waktu lebaran bersama keluarga. Aku duduk di ruang tunggu bandara, menanti pesawatku yang masih lama datang.

Bukan, aku tidak pulang kampung. Aku malah melakukan solo traveling ketika lebaran tiba …

Sudah beberapa kali dalam 6 tahun terakhir ini aku menghabiskan lebaran dengan melakukan solo traveling. Bukannya berkumpul dengan keluarga di rumah, aku malah menjelajah suatu daerah sendiri. Aku menyaksikan orang-orang mengunjungi rumah kerabat, bersalam-salaman, tapi bukan di kampung halamanku sendiri. Agak nyesek sebenarnya, apalagi ketika malam takbiran. Suara takbiran terasa amat sendu, hingga membuatku menangis. Rindu pada keluarga. Aneh! Perasaan seperti itu begitu menyakitkan, tapi aku terus mengulanginya. Aku ketagihan.

“Families argue when they’re together and miss each other when they’re apart.”

Autophile

Menginjak usia dewasa, sebagian besar waktuku (80%) kuhabiskan dengan diri sendiri. Aku menyebut diriku sendiri sebagai autophile, orang yang menyukai kesendirian.

“Do you know whose company I enjoy? My own.”

Aku menikmati kebersamaan dengan diri sendiri. Aku nyaman dengan diriku sendiri. Ada memang orang yang benci sendirian, mereka selalu berupaya agar ada yang menemani. Salah satu alasannya adalah karena mereka membenci bersama dengan dirinya sendiri. Aku bukan salah satu dari mereka.

kesepian

Sumber : IStock

Ketika aku sendirian, aku jauh lebih bebas. Aku bebas melakukan apapun yang kuinginkan tanpa harus mempertimbangkan kepentingan orang lain. Aku bebas menjadi diri sendiri tanpa takut dihakimi oleh orang lain.

Kesepian

Kesepian dan sendirian itu merupakan dua hal yang berbeda. Kesepian (lonely) merupakan suatu perasaan. Sedangkan sendirian (alone) merupakan suatu keadaan kamu sedang sendiri, tidak bersama dengan orang lain, hanya bersama dengan diri sendiri.

Tentu aku pernah merasa kesepian. Perasaan itu tiba-tiba menyelinap di malam hari. Kadang-kadang muncul bersamaan ketika aku begitu merindukan seseorang pada saat turun hujan. Tapi aku jarang sekali merasa kesepian, meskipun aku sering sendirian. Bahkan, tak jarang aku menginginkan perasaan kesepian tersebut. Karena ketika aku merasa kesepian, aku cenderung lebih peka. Panca inderaku lebih tajam. Pikiranku penuh dengan inspirasi. Aneh memang.

“Learn to be alone, it will make you stronger.”

“A person who is happy alone, is a powerful person.”

Awalnya memang tidak mudah. Belajar untuk sendirian pada awalnya memang berat. Perasaan kesepian pada awalnya begitu menyakitkan, seperti tak tertahankan. Namun, seiring bertambahnya waktu, diri ini semakin kuat. Melakukan berbagai hal sendiri bukan perkara yang sulit lagi. Menghabiskan waktu sendirian menjadi waktu yang ditunggu-tunggu. Perasaan kesepian makin bisa ditahan (bearable).

Solo Traveling

kesepian

Sumber : IStock

Bagiku, solo traveling adalah cara paling ampuh untuk belajar menikmati kesendirian. Solo traveling lah yang telah membuatku kuat seperti sekarang ini. Ketika melakukan solo traveling, aku seringkali dihadapkan pada kondisi di mana tidak ada yang bisa diandalkan selain diri sendiri. Dalam prosesnya (perjalanan) aku semakin mengenal diri sendiri, aku banyak mengobrol dengan diri sendiri, menerima diri sendiri apa adanya. Aku memiliki lebih banyak waktu untuk melihat ke dalam diri sendiri. Pada akhirnya, solo traveling membuatku merasa nyaman dengan diri sendiri.

Baca juga :   Hujan di Bulan Juni

Kesepian terjadi pada dua kondisi, yaitu ketika sendirian atau berada pada keramaian/bersama dengan orang lain. Kesepian pada keadaan yang kedua (keramaian/bersama orang lain) lebih berbahaya dibandingkan dengan yang pertama.

“Who do you think will end up living with me forever?”

Suka atau tidak suka, kesepian menjadi salah satu bagian dalam hidup manusia. Menerimanya sebagai salah satu bentuk perjalanan hidup merupakan langkah yang bijak. Alih-alih terus menghindar atau menyangkal, berdamailah dengan perasaan kesepian. Peluklah perasaan tersebut. Rasakan sebagaimana apa adanya. Perasaan kesepian juga akan berlalu …

Writer : Bayu Rakhmatullah

Mari Berdiskusi