FAQ TENTANG MENULIS

Menulis

Jenis tulisan apa yang ingin kamu tulis?

Hmm, sebenarnya aku ingin menulis keduanya, baik Fiksi maupun Non Fiksi. Aku masih belum menentukan salah satunya karena aku masih belum menjelajah keduanya lebih dalam lagi. Saat ini, aku lebih banyak menghasilkan tulisan non fiksi daripada fiksi. Imajinasiku masih belum liar dan kosakataku pun masih kurang. Tapi, aku memiliki keinginan kuat untuk menulis fiksi. Aku ingin menjadi seperti Tere Liye dan penulis fiksi terkenal lainnya. Aku benar-benar ingin mencobanya terlebih dahulu. Oleh karena itu, untuk saat ini aku akan mencoba menulis jenis fiksi dan non fiksi.

Kapan waktu terbaikmu untuk menulis?

Dini hari. Setiap harinya aku selalu berusaha untuk tidur awal, sehingga aku bisa bangun tengah malam untuk melakukan berbagai kegiatan yang harus dilakukan, salah satunya menulis. Dini hari menjadi waktu terbaikku karena suasananya yang begitu mendukung untuk menulis.

Aku tinggal di Bandung, tepatnya Cisitu Lama. Cisitu Lama termasuk daerah yang ramai, bahkan saat malam. Suara kendaraan, pedagang nasi goreng, pemuda-pemuda yang asyik bernyayi sangat jelas terdengar dari kamarku. Sering kali aku terdistraksi akan hal tersebut, sehingga aku memutuskan untuk tidur saja.

Dini hari memang menjadi waktu terbaikku. Kubuka jendela dan pintu kamarku. Kupersilahkan udara dini hari memasuki kamarku, mengisi seluruh sudut-sudut kamar. Udaranya begitu sejuk. Lantunan pujian-pujian sebelum sholat shubuh menjadi musik tersendiri yang menemaniku berkegiatan. Damai aku dibuatnya. Otakku bekerja dengan cepat untuk merangkai kata-kata. Jari jemari menari dengan lincah di atas keyboard laptop. Damai dan tenang, sehingga aku lebih produktif.

Kapan kamu mendapatkan ide-ide untuk menulis?

Sepanjang hari. Ide-ide tulisan itu datang tanpa diundang, begitu tiba-tiba. Oleh karena itu, aku harus membawa senjata dan siap sedia untuk menangkapnya. Dulu, aku selalu membawa catatan kecil kapan  pun dan dimana pun. Aku menuliskan ide-ide yang tiba-tiba kudapatkan di catatan tersebut, sekaligus mengembangkannya menjadi kerangka tulisan. Ketika dini hari tiba, aku akan menyelesaikan ide dan kerangka tersebut sampai selesai.

Aku mendapatkan ide di berbagai tempat, bahkan kamar mandi sekalipun. Terkadang, ingin rasanya membawa laptop saat mandi karena saat berada di kamar mandi otak terasa lebih encer. Sedangkan catatan kecil hanya berlaku dalam kondisi tertentu (di dalam kamar mandi). Saat ini aku lebih memanfaatkan aplikasi yang ada, yang benar-benar memungkinkan aku untuk bisa menulis kapan pun dan dimana pun.

Ada banyak aplikasi di HP yang bisa digunakan untuk menulis, salah satunya WriterP. Aku menggunakan aplikasi tersebut karena sederhana dan cocok dengan styleku. Aku selalu membawa HP saat ke kamar mandi, sebagai upaya menangkap ide atau menyusun kerangka. Rasanya, sayang sekali jika waktu dilewatkan begitu saja.

Terkadang, ada saat dimana ide-ide yang muncul begitu menyiksa, misalnya ketika beranjak tidur. Ide-ide terus berdatangan dan memintaku untuk segera ditulis, hasilnya insomnia. Sungguh menyebalkan.

Siapa target pembaca tulisanmu?

Pemuda berumur 18-30 tahun. Seperti yang telah aku jelaskan sebelumnya, saat ini aku lebih banyak menghasilkan tulisan non fiksi. Aku menuliskan tentang pengalaman travelling, mengikuti kegiatan kepemudaan, atau bahkan menceritakan tentang seseorang yang spesial. Pengalaman-pengalamanku tersebut sangat cocok untuk dikonsumsi untuk para pemuda. Bahkan jika aku menghasilkan tulisan fiksi, itu juga diperuntukkan untuk pemuda. Namun, kali ini aku masih belum bisa menyebarluaskan tulisan fiksiku dikarenakan alasan tertentu. Semoga waktu untuk publish di website pribadiku segera datang.

Dimana kamu akan share tulisanmu? Apa strategimu untuk membuat pembaca membaca tulisanmu?

Aku banyak membagikan tulisanku di website pribadiku, yaitu bayurakhmatullah.com. Tidak cukup disitu, aku membagikannya di sosial mediaku, seperti facebook, instagram, dan line guna menjangkau lebih banyak orang agar membaca tulisanku. Terkadang aku juga membagikannya di grup whatsapp yang sekiranya membutuhkan tulisanku. Sayang sekali rasanya jika pesan yang ingin kusampaikan tidak sampai pada pembacaku. Oleh kerena itu, strategi ini sangat penting.

Writer : Bayu Rakhmatullah

0