Category Archives: Dear Diary

Depresi Pertama

By | November 28, 2020

“Kok mereka pada nangis gitu sih? Kok hidupku terkesan hahaha hihihi doang ya dibandingkan mereka?” bisikku pada dua orang yang ada di sampingku empat tahun silam, Kak Dilah dan Kak Andik. Kini aku tidak bisa lagi menyebut hidupku hanya hahaha hihihi doang. Kehidupan telah menamparku, membuatku merasakan keadaan yang belum pernah kurasakan. Aku tidak pernah membayangkan tahun 2020… Read More »

Pengalaman Sendiri Adalah Guru Terbaik

By | March 11, 2020

Experiences are the best teacher. Pernah lihat quote ini di buku-buku tulis, ketika kalian sekolah? Biasanya quote ini terpampang tepat di bawah halaman buku. Kala itu (SD-SMP), aku masih belum cukup paham akan pernyataan tersebut. Di usiaku yang menginjak seperempat abad ini, aku sudah paham sepenuhnya makna quote tersebut. Aku sudah mengalami begitu banyak hal, pahit manisnya hidup,… Read More »

Berkorban? Aku Sih NO!

By | March 10, 2020

One of the things that people hate among the comments their parents often make is, “I gave up and sacrificed everything for you.” Pernah mendengar kalimat tersebut keluar dari mulut kedua orang tuamu? Aku pernah, tapi bukan pada keadaan mereka terpojok, kemudian mengucapkannya dengan lantang. Bukan. Mereka mengucapkannya dengan pelan, tulus, dan sungguh-sungguh, agar nantinya aku tidak perlu… Read More »

Berkat Traveling

By | July 18, 2019

Traveling telah menjadi bagian dari hidupku. Ia telah menjadi motivasi, target, tujuan, karir, dan impian dalam kehidupanku. Ia juga telah menjadi gaya hidup yang senantiasa aku jaga. “Disadari atau tidak, setiap orang—siapa pun dia—pasti menemukan rasa bahagia saat terpapar pada suatu keindahan alam.” Begitulah ungkapan di salah satu opini di Koran Kompas. Benar sekali, aku pun juga cenderung… Read More »

Meminta Maaf

By | July 16, 2019

Setelah aku menulis tulisan “Seseorang yang Mengerti”, ada seorang yang menanggapi tulisan tersebut. “Kok bisa seperti itu? Apa alasan kalian berdua jarang sekali meminta maaf satu sama lain?” Ketika ada dua orang yang sangat dekat dan saling memahami satu sama lain, mereka berdua akan tahu “alasan” di balik suatu hal. Tebakan masing-masing menjadi keniscayaan. Ketika salah satu pihak… Read More »

Keluar Dari Zona Nyaman?

By | June 28, 2019

Keluar dari zona nyaman! Rasanya nasihat tersebut acap kali disampaikan ke banyak orang. “Manusia akan jauh lebih berkembang jika meninggalkan zona nyamannya.” Begitulah argumentasinya, sambil disandingkan dengan berlian yang ditempa dengan tekanan yang amat besar, bukan sebaliknya. Haruskah manusia disandingkan dengan berlian? Aku setuju dengan ungkapan bahwa manusia akan jauh lebih berkembang ketika meninggalkan zoman nyamannya. Ketika terlalu… Read More »