Biarkan Waktu yang Bekerja

By | February 6, 2022

Dua tahun lalu, aku mengalami depresi untuk pertama kalinya. Setelah berhasil melewatinya, aku sempat berpikir bahwa aku tidak akan terpuruk lebih dalam dari ini. “Bagaimana mungkin akan terpuruk lebih dalam lagi, sedangkan saat itu aku merasa berada pada titik paling rendah dalam hidupku?” pikirku saat itu. Aku juga meyakini bahwa depresi itu akan membuatku semakin kuat.

waktu

Sumber : Unsplash

Nyatanya, kali ini ada masalah yang lebih besar menimpaku. Ada banyak orang di luar sana yang juga mengalaminya, pun pernah bercerita langsung padaku. Bahkan di film/drama masalah seperti itu lumrah terjadi. Namun, ketika itu terjadi pada diriku sendiri, aku sempat merasa tidak percaya. Aku linglung. Padahal aku sempat mempercayai bahwa cepat atau lambat masalah ini akan meledak juga. Tapi, aku tetap merasa tidak siap ketika itu terjadi. Hatiku tetap hancur, meskipun aku sudah mempersiapkan diri.

Beruntung—entah beruntung merupakan kata yang tepat atau tidak—aku tidak mengalami depresi untuk kedua kalinya. Aku tidak harus menjalani malam-malam yang panjang, insomnia, beserta pikiran-pikiran buruk yang menyertainya. Aku tidak harus mengalami hari-hari yang penuh keputusasaan, tidak adanya harapan. Ya, aku menjadi lebih kuat berkat depresi pertamaku dulu. Walaupun masalahnya lebih besar, aku tidak sampai ambruk.

Kali ini aku mencoba cara lain, yaitu menyerahkannya pada waktu. Biarkan waktu yang bekerja. Ini merupakan cara yang baru bagiku. Aku tidak pernah benar-benar menyerahkan masalahku pada waktu. Aku sulit sekali diam, doing nothing. Aku adalah seorang perencana, yang bisa membuat rencana B, C, D dkk, jika ternyata nantinya aku gagal. Bahkan tak jarang aku memaksakan kehendak orang lain agar sesuai keinginanku. Nyatanya hidup malah memberikan hasil yang sebaliknya. Masalah semakin di luar kendali.

Baca juga :   Jeda

Kini aku bertekad untuk benar-benar menyerahkan pada waktu. Aku membiarkan waktu yang bekerja. Biarkan waktu yang menyembuhkan luka-lukaku. Aku percaya bahwa seiring bertambahnya waktu, masalah ini juga akan berlalu. Bahkan jika membutuhkan waktu yang sangat lama, aku tetap akan menanti.

Dalam beberapa hal, waktu memang solusi yang tepat, terlebih terhadap sesuatu yang di luar kendali diri, misal yang berhubungan dengan orang lain. Tak perlu melakukan apa-apa, waktu akan menunjukkan jalannya sendiri. Biarkan waktu yang bekerja. Badai pun pasti berlalu …

Writer : Bayu Rakhmatullah 

2 thoughts on “Biarkan Waktu yang Bekerja

Mari Berdiskusi