Berkat Day One

By | October 29, 2023

28 September 2023. Tepat empat tahun aku menggunakan Day One, aplikasi untuk menulis diary. Momen ini membuatku sadar bahwa ada banyak sekali perubahan pada diriku, berkat aplikasi jurnal berwarna biru ini.

Lebih sadar

Aku menjadi orang yang lebih sadar dalam menjalani hidup ini. Hidup penuh kesadaran. Meski pengaruh terbesar adalah pernah ikut kursus meditasi, tapi Day One juga memiliki andil.

Ketika menulis diary, maka aku harus mampu mengingat momen yang ingin aku tulis. Hal itu tidak bisa kulakukan jika aku tidak sadar apa saja yang telah aku lakukan selama hari itu. Kebiasaan menulis diary itu membuatku makin mudah menerapkan living in the moment atau being present.

Hidup penuh kesadaran juga satu paket dengan lebih peka/sensitif. Aku lebih peka terhadap perasaanku sendiri juga perasaan orang lain. Aku bisa “menangkap” momen-momen sederhana yang selama ini seringkali diabaikan. Jika saja aku memiliki kekasih, maka aku akan menjadi kekasih paling peka sedunia. Hihihi.

Lebih calm/compose

Dulu, aku termasuk orang yang mudah emosi. Kini tidak lagi. Emosiku lebih terkendali. Pembawaanku tenang. Aku tidak mudah panik, bahkan saat berhadapan dengan masalah sekalipun. Aku sampai lupa kapan terakhir aku merasa panik. Perubahan ini juga ada pengaruhnya sejak aku menjalankan slow living.

Lebih tenang adalah perubahan yang paling aku rasakan dan kentara sekali. Saat aku menulis diary, aku meresapi ulang perasaan yang kualami, lalu menguraikannya satu per satu, mendefinisikan jika perlu, baru kemudian menuliskannya di aplikasi Day One. Proses itulah yang membuatku cenderung tenang, alih-alih panik atau langsung bereaksi.

Tidak mudah lupa

“I think we forget things if there is nobody to tell them.”

Selain kepada sahabatku, aku juga menceritakan kisah-kisahku pada Day One. Malahan, aplikasi ini menjadi teman curhat yang siap mendengarkan 24/7.

Day One

Sumber : Unsplash

Menulis diary membuat ingatakanku makin tajam. Tidak mudah lupa. Seringkali Day One menjadi pengingat momen-momen berharga beberapa tahun silam. Pengalaman adalah guru yang terbaik? Yup, Day One mengingatkan dan semakin memperjelas momen-momen yang telah kulewati, naik turun dalam hidup ini, menjadikan pelajaran tersendiri bagiku, hingga aku jadi lebih bijaksana.

Baca juga :   Perlukah Aku Menikah?

Beberapa waktu lalu aku berdiskusi mengenai time travel dengan seorang teman sebab drama A Time Called You. Gara-gara obrolan itu aku menyadari bahwa selama ini bisa dibilang aku telah menggunakan time travel ketika menggunakan Day One. Saat aku menulis diary berarti aku telah mengabadikan momen tersebut yang nantinya bisa kukunjungi kembali kapanpun aku mau.

Day One laiknya tempat aman bagiku. Aku bebas bercerita apapun tanpa penghakiman. Aku menulis rahasia-rahasiaku. Aku menceritakan perasaanku pada doi yang selama ini kupendam. Aku memaki, berkeluh kesan dan menumpahkan segala kekhawatiranku. Benar-benar apapun yang ingin kuceritakan. Di Day One aku jujur pada diri sendiri.

Seringkali aku menyarankan teman-temanku untuk membiasakan menulis, setidaknya menulis diary. Sungguh banyak manfaatnya. Mungkin kamu juga harus mulai mencobanya.

“We write to taste life twice, in the moment and in retrospection.” – Anais Nin

Writer : Bayu Rakhmatullah

Mari Berdiskusi