BAHAGIA DENGAN CARA MASING-MASING

Tidak semua orang suka bepergian. Tidak semua orang bahagia jika bepergian/berlibur terus-menerus.

Aku sadar sekali bahwa setiap manusia memiliki kesukaan dan kebahagiaan masing-masing, tapi aku merasa aneh terhadap orang yang tidak suka bepergian. Bukankah bepergian itu asyik sekali? Aneh kan jika ada orang yang tidak suka bepergian?  Sampai suatu ketika aku bertemu dengan teman-teman baru di Kerinci, yang menumpaskan keanehan tersebut.

Hampir satu minggu aku singgah di Kerinci, menginap di rumah Kak Ifral. Aku bertemu dengan teman-temannya Kak Ifral. Aku sangat menyatu dengan mereka, karena mereka menyambutku dengan sangat baik. Kita melakukan banyak kegiatan bersama, jalan-jalan, berbagi cerita, nonton pertandingan voli, dan masih banyak yang lain. Mereka orang-orang yang baik, salah satunya Kak Dian.

Bepergian

Kita saling bertukar cerita. Dia tidak begitu menyukai bepergian. Alasannya karena ketika dia bepergian jauh, dia akan rindu dengan teman-teman di kampung halamannya. Suatu ketika, dia harus pergi ke Bengkulu untuk memenuhi tuntutan pekerjaan, yaitu merias orang yang mau menikah. Setelah pekerjaannya selesai, dia langsung pulang, tidak berlibur di Bengkulu terlebih dahulu. Sangat beda sekali denganku, jika ada kesempatan tersebut pastilah aku tidak akan pulang langsung.

Dia tidak menyukai bepergian jauh karena dia rindu dengan teman-temannya. Kampung halaman merupakan tempat yang paling nyaman baginya. Pertemanan mereka memang sangat keren dan usia pertemanannya sangat lama. Mereka saling membantu sama lain. Jika teman adalah keluarga kedua, maka julukan tersebut sangat pantas disematkan pada pertemanan mereka.

Selain pertemanan, ada hal lain yang kukagumi dari mereka. Mereka orangnya tidak muluk-muluk. Mereka memiliki keinginan yang sederhana untuk hidup bahagia. Perlu diketahui bahwa menyederhanakan keinginan bukanlah berarti bahwa tidak bisa meraih keinginan yang tinggi. Sama sekali bukan. Itu adalah sikap yang mereka pilih.

Aku selalu kagum dengan orang-orang seperti itu. Aku juga kerap bertemu dengan orang-orang yang terus menerus bilang bahwa dia tidak berharap muluk-muluk selama petualanganku keliling Sumatera. Aku masih belum bisa seperti mereka. Keinginanku masih setinggi langit. Aku masih sering meng-halu, keliling dunialah, apalah, dan masih banyak lagi khayalan yang lain. Aku ingin sekali seperti mereka yang bisa menyederhanakan keinginan.

Tidak semua orang suka bepergian. Memang benar bahwa bepergian adalah caraku untuk bahagia. Bepergian adalah passionku. Tapi tidak bagi orang lain. Bepergian adalah salah satu caraku agar terus berpikiran terbuka. Sebelum melakukan perjalanan keliling Sumatera, aku memiliki kebiasaan buruk. Ketika aku bertemu dengan orang yang sangat kolot, keras kepala, menyebalkan, berpikiran kerdil pula, pikiranku menyeletuk, “Pantas saja kek gini, hidupnya aja disini-sini aja.” Ada perasaaan bahwa aku lebih baik daripada mereka karena aku sering bepergian. Jika dipikir-pikir, menjijikkan sekali perasaan tersebut.

Berhentilah membanding-bandingkan hidupmu dengan orang lain. Berhentilah merasa bahwa dirimu lebih baik dari yang lain, begitu sebaliknya. Jangan merasa lebih buruk dari yang lain. Lakukan apapun yang kau inginkan. Berbahagialah dengan caramu sendiri.

Writer : Bayu Rakhmatullah

Instagram : @rakhmatullahbayu and @petualanganbayu

0