Apakah Aku Kesepian?

By | December 27, 2023

“Separuh Warga Merasa Kesepian.” Begitu bunyi judul artikel yang dimuat di koran Harian Kompas pada Rabu, 20 Desember 2023. Itu adalah hasil survei HCC (Health Collaborative Center) yang mengukur derajat kesepian warga Jabodetabek.

Setelah membaca artikel itu, aku bertanya pada diri sendiri, apakah aku kesepian? Aku pernah kesepian, tapi jarang sekali. Meski aku tinggal sendiri dan menghabiskan sebagian besar waktuku sendirian, aku jarang sekali merasa kesepian. Sebab aku nyaman dengan diriku sendiri. Aku terhubung dengan diri sendiri.

Kemudian aku mengirim screenshoot artikel tersebut ke seorang temanku yang tinggal di Jakarta, dan menanyakan padanya apakah ia merasakan hal yang serupa.

“Terkadang sih,” jawabnya.

“Sebab ketidakcocokan pergaulan?” tanyaku.

“Bukan. Kurangnya komunikasi,” jawabnya.

Bukan karena dia tidak terbuka kepada orang lain, melainkan sebab ia merasa tidak begitu cakap dalam berkomunikasi dengan orang lain.

Kenapa aku kesepian?

Jika kamu memang kesepian, coba ajukan pertanyaan lanjutan, kenapa aku kesepian? Sebab ketidakcocokan pergaulan? Kurangnya komunikasi? Tidak terbuka pada orang lain? Tidak terhubung dengan orang lain atau pun dengan diri sendiri? Atau karena berbagai alasan, kemudian menumpuk jadi satu, hingga akhirnya merasa kesepian?

apakah aku kesepian

Sumber : Freepik

Tidak mudah memang menjawab pertanyaan “kenapa” itu. Terkadang, kita juga takut dengan jawaban yang menanti di baliknya.

Kesepian itu tak tampak dari luar. Bisa jadi orang yang tampaknya ceria juga merasa kesepian. Orang lain tak mampu menilainya hanya dari penampilan luar belaka. Bahkan, orang yang kesepian seringkali tidak menyadari bahwa ia kesepian.

Belakangan, WHO menyatakan bahwa kesepian itu menjadi ancaman kesehatan global. Pernyataan itu diamini dengan kasus-kasus kematian yang terjadi beberapa waktu terakhir, yang diduga disebabkan oleh kesepian. Yup, kesepian (akut) memang bisa memakan korban.

Baca juga :   Stop Kebiasaan Membanding-Bandingkan Pada Anak!

Keberadaan media sosial (masa kini) juga turut memiliki andil. Media sosial yang awalnya bertujuan (mulia) untuk menghubungkan satu sama lain, kini berubah menjadi media penuh iklan. Algoritmanya membuat penggunanya lupa waktu, ketagihan, sampai lupa untuk berinteraksi dengan orang lain secara langsung. Bukannya mengobrol dari hati ke hati, malah sibuk menatap layar gawai masing-masing saat kongko.

Terhubung

Solusi atas kesepian adalah terhubung. Terhubung dengan orang lain juga diri sendiri. Inilah pentingnya memiliki sahabat atau teman-teman yang satu frekuensi.

“The World’s full of lonely people afraid to make the first move.”— Green Book

Saat aku menonton film Green Book dan mendapati quotes itu, aku merasa sangat tertampar. Aku berubah, meski tidak drastis memang. Sedikit demi sedikit aku bisa mengurangi gengsiku yang setinggi langit. Pelan-pelan aku bisa mengatasi ketakutanku atas penolakan.

“There are good things about having a one-sided crush on someone. Regardless of how that person feels, it’s just nice to see that person.” — Summer Strike

apakah aku kesepian

Sumber : Freepik

Kesepian itu sudah menjadi bagian hidup manusia. Setiap orang pernah mengalaminya. Tak usah malu jika memang kesepian. Akui dan terima saja. Jika sudah mengalami kesepian yang akut, jangan ragu untuk meminta pertolongan tenaga profesional. Atau curhat kepada sahabat.

 

Writer : Bayu Rakhmatullah

Mari Berdiskusi