Apakah Aku Bahagia?

By | October 31, 2022

Apakah aku bahagia? Pernahkah kamu menanyakan hal itu pada diri sendiri? Kapan terakhir kamu menanyakan hal tersebut? Sebuah pertanyaan reflektif yang mengungkap banyak hal.

Apakah aku bahagia? Sebuah pertanyaan yang sulit untuk ditanyakan pada diri sendiri. Ada kemungkinan bahwa jawabannya tidak. Sedangkan mengakui bahwa tidak bahagia bukan perkara mudah.

Coba tanyakan pada diri sendiri. Apakah aku bahagia? Jawab sejujurnya. Tidak perlu menyangkal. Jika iya, syukurlah kalau begitu. Jika tidak, terima saja dulu.

Aku memiliki seorang teman yang berani mengakui bahwa ia tidak bahagia. Dia orang yang jujur pada diri sendiri, tidak menyangkal. Kala itu kita berdua saling melemparkan pertanyaan tersebut, dan ia menjawab bahwa ia tidak bahagia. Namun, seiring bertambahnya waktu, dia tampak dalam jalan menuju kebahagiaan. Aku yakin dia merasa lebih bahagia dibandingkan kala itu.

apakah aku bahagia?

Sumber : Unsplash

Apakah kamu bahagia? Apa yang membuatmu bahagia?

Ironisnya adalah ada banyak orang yang mencari kebahagiaan, namun malah melakukan yang sebaliknya, yang membuat mereka tidak bahagia. Mereka tahu apa yang membuat mereka bahagia, tapi tak melakukannya.

“It seems to me that the human race is the only species who have forgotten the whole purpose of life, the whole meaning of existence is to have fun, to have pleasure. And here is someone who’s found their own way to do it. We shouldn’t judge them for it. If they’re happy and enjoying life, we should congratulate them, not criticize them.” – Certified Copy

Apakah kamu bahagia dengan yang kamu kerjakan? Pekerjaan berkaitan erat dengan kebahagiaan, karena pekerjaan merupakan salah satu kegiatan yang paling banyak dilakukan selama manusia itu hidup. Apakah kamu menyukai pekerjaanmu?

Baca juga :   Biarkan Waktu yang Bekerja

Sebenarnya ada yang lebih ironis lagi, yaitu tidak mengetahui apa yang membuatmu bahagia. Oleh karena itu, penting sekali mengenal diri sendiri dengan baik. Apa yang kusuka? Apa yang tidak kusuka? Apa yang membuatku bahagia? Apa yang membuatku tidak bahagia? Itu adalah beberapa hal dasar yang harus diketahui oleh setiap orang. Bagaimana bisa bahagia ketika kamu sendiri tidak mengetahui apa yang membuatmu merasa bahagia?

Mengenal diri sendiri merupakan langkah awal sekaligus perjalanan yang panjang menuju kebahagiaan. Worth it, kok! Mulailah kenali diri sendiri!

“There is one thing we must remember in our lifetime. We weren’t born into this world to suffer or feel miserable. We were born to be happy.” – Our Blues

Apakah aku bahagia? Hanya kamu sendiri yang tahu jawabannya. Makna kebahagian bagi setiap orang berbeda-beda. Uang adalah kebahagiaan. Cinta adalah kebahagiaan. Bla bla bla. Terserah. Kamu yang menentukan makna kebahagiaan versimu sendiri. Yang perlu diingat adalah kebahagiaan itu bersifat dinamis, tidak statis. Bisa jadi sesuatu yang dulunya membuatmu bahagia, kini malah membuatmu menderita. Oleh karena itu, baik kebahagian maupun mengenal diri sendiri adalah proses perjalanan yang panjang dan seumur hidup.

“Happiness is when what you think, what you say, and what you do are in harmony.” – Mahatma Gandhi

Kamu juga boleh mengintip versi kebahagian orang lain, idola atau tokoh-tokoh terkenal lainnya. Yang perlu dicatat adalah versi kebahagiaan orang lain hanyalah referensi, bukan pedoman hidup yang harus kamu jalani. Jalani versimu sendiri!

kebahagiaan

Sumber : Unsplash


Hish! Ribet amat sih! Jalani saja hidup seperti kebanyakan orang. Tak perlulah mempertanyakan ini-itu, mengenal diri sendiri bla bla bla …

Baca juga :   PERCERAIAN TIDAK PERNAH MENJADI PILIHAN YANG MUDAH

Akan selalu ada golongan seperti itu, ignorant, abai pada diri sendiri. Mereka bersembunyi di balik ungkapan, “Jalani saja” atau “Orang lain juga begitu.” Lantas, apakah hidup hanya begitu-begitu saja? Flat? Membosankan? Makan, kerja, kemudian mati? Tanpa makna? Sayang sekali gak sih kalo hidup yang sekali ini tidak bahagia? Tidak bermakna? Terlewat begitu saja …

“Mediocrity, as a goal, sucks. But mediocrity as a result, is okay.”

Apakah aku bahagia? Apakah kamu bahagia, Bay?

Ya, aku bahagia!

 

Writer : Bayu Rakhmatullah

Mari Berdiskusi