Solo Traveling? Kenapa Tidak?!

By | November 26, 2022

Empat tahun yang lalu, aku melakukan perjalanan panjang mengelilingi pulau Sumatera, dari Aceh sampai Bangka Belitung selama tiga bulan. Sendiri, solo traveling. Aku melakukannya secara backpacker, naik kendaraan umum. Aku tidur di berbagai tempat : rumahnya teman, rumahnya temannya temanku, panti asuhan, rumah kosong, stasiun radio, kantor KPU, musala, tenda, hotel dkk. Perjalanan itu dalam rangka mewujudkan salah… Read More »

Katakan Tidak!

By | November 13, 2022

Kenapa kita sulit sekali mengatakan tidak? Satu kata yang amat sederhana itu tidak mudah untuk diucapkan. Kenapa? Kita sungkan menolak permintaan orang lain. Kita cenderung tidak ingin menyakiti hati orang lain dengan mengatakan tidak. Bahkan tak jarang kita mengorbankan diri sendiri dengan mengiyakan permintaan orang lain. Zaman sekarang mengatakan tidak merupakan skill tersendiri. Sebagaimana skill lain, mengatakan tidak… Read More »

Apakah Aku Bahagia?

By | October 31, 2022

Apakah aku bahagia? Pernahkah kamu menanyakan hal itu pada diri sendiri? Kapan terakhir kamu menanyakan hal tersebut? Sebuah pertanyaan reflektif yang mengungkap banyak hal. Apakah aku bahagia? Sebuah pertanyaan yang sulit untuk ditanyakan pada diri sendiri. Ada kemungkinan bahwa jawabannya tidak. Sedangkan mengakui bahwa tidak bahagia bukan perkara mudah. Coba tanyakan pada diri sendiri. Apakah aku bahagia? Jawab… Read More »

Kamu Tidak Berhutang Apapun Pada Orang Tuamu

By | October 28, 2022

“Aku sudah berkorban banyak hal untukmu!” Pernah mendengar kalimat itu keluar dari mulut orang tuamu? Atau kalimat ini. “Ketika kamu kecil dulu, aku menyusuimu hingga tengah malam, aku menggendongmu sampai punggungku mati rasa, aku bla bla bla …” Cerita itu diulang-ulang oleh orang tuamu seakan-akan kamu orang yang pikun. Kalimat itu muncul ketika kamu tidak mematuhi perintahnya, tidak… Read More »

Microhabitat

By | October 25, 2022

“For me cigarette, whiskey, and you (her boyfriend), that’s my only relief.” Dalam film berjudul Microhabitat, Esom berkata bahwa rokok, wiski, dan pacarnya adalah ketiga hal yang bisa menjaga martabatnya. Namun, seiring bertambahnya waktu, biaya hidup semakin mahal. Ia harus mengorbankan sesuatu agar tetap bisa membeli rokok dan wiski. Ia mengorbankan indekosnya dan memilih untuk menumpang di rumah… Read More »

Sumber Kebahagiaan, Sekaligus Penderitaan

By | September 30, 2022

Aku tidak ingat drama Korea pertama yang aku tonton, tapi aku ingat sekali dengan orang pertama yang membuatku suka pada drama Korea. Yaitu Mom Yeni, guru Bahasa Inggrisku ketika SMA dulu. Kemudian ada satu sosok lagi, yang membuat wawasanku tentang drama Korea semakin luas, yaitu sahabatku. Congi. Mom Yeni merupakan guru Bahasa Inggrisku ketika kelas 11 SMA. Dia… Read More »

Penyendiri yang Merasa Kesepian

By | August 31, 2022

Suara takbir terdengar sayup-sayup. Orang-orang lalu-lalang menggeret koper besar. Mereka pulang kampung, menghabiskan waktu lebaran bersama keluarga. Aku duduk di ruang tunggu bandara, menanti pesawatku yang masih lama datang. Bukan, aku tidak pulang kampung. Aku malah melakukan solo traveling ketika lebaran tiba … Sudah beberapa kali dalam 6 tahun terakhir ini aku menghabiskan lebaran dengan melakukan solo traveling.… Read More »

Selamat Tinggal Wooly

By | August 17, 2022

Beberapa hari lalu aku ditinggal mati oleh kelinci peliharaanku, Wooly. Dia merupakan hewan mamalia pertama yang kupelihara. Mati setelah membersamaiku selama 3 bulan  4 hari. Aku tidak menyangka bahwa perpisahan akan secepat ini, sedangkan aku sangat berharap bahwa setidaknya dia membersamaiku hingga usiaku 30 tahun. Aku tidak menyangka bahwa tulisanku berjudul “Hewan Peliharaan Baru” harus diganti dengan “Selamat… Read More »